Berserah Bukan Menyerah

Dalam hidup, kerap kali kita berada dititik tidak bisa melakukan apa-apa, tidak punya pilihan dan merasa hanya bisa menjalani semuanya sampai waktu yang kita tidak tahu kapan. Padahal sebenarnya saat-saat kamu merasa begitu itu adalah waktu dimana kita diberi pilihan oleh Tuhan. Beruntung, kita dipilih untuk memilih.

Mungkin disaat kamu merasa tidak punya pilihan kamu akan merasa menjadi orang yang paling salah, penuh dosa, banyak kelalaian, bertumpuk khilaf dan penuh lupa. Memang menyalahkan diri sendiri adalah moment pertama saat atau setelah kejadian.

Mungkin kamu nggak pernah minta dalam situasi sulit yang pernah menimpa hidupmu. Lalu kamu merasa terus menyiksa diri sendiri saat kamu hanya mengikuti alur dan tidak tegas terhadap diri sendiri.

Dan saat semua telah kamu renungkan kamu akan ingat saat awal berangkat dulu kamu mau apa. Lalu Tuhan yang mengetuk pintu hatimu untuk memilih, apapun itu.

Masalah keluarga , hubungan dengan seseorang, pekerjaan, hubungan pertemanan,  dan semua hal yang pernah menimpamu akan mengajarkan bahwa berserah lebih baik dari pada terus menyiksa diri menjalani hal yang akan menjadi tidak ikhlas jika terus dijalani.

Berserah bukan berarti menyerah. Tapi lebih kepada bentuk apresiasi terhadap diri sendiri untuk tetap melanjutkan hidup atas suatu kejadian. Karena yang nantinya untukmu pasti akan kembali, dan tidak akan pernah tertukar. Karena yang harus kau jaga itu dirimu sendiri!

Berserah mengajarkan untuk bisa melanjutkan hidup. Berserah mengajarkan untuk menyayangi diri sendiri. Berserah mengajarkan untuk lebih peka terhadap manusia lain. Berserah mengajarkan bahwa Tuhan itu dekat, sdekat saat kita bersujud.

Hari ini saat kamu sudah berani merelakan mungkin kamu akan menangis yang paling kencang, bersujud yang lama dan bersyukur pada Tuhan ketika akhirnya dibukakan pintu hati untuk menetukan pilihan. Tapi Tuhan tidak pernah tidak mendengarkan doa doamu selama ini. Bahkan saat kamu merelakan mungkin itu adalah salah satu wujud dari petunjuk dari Tuhan.

Kamu baik, pasti akan dapat yang baik. Mungkin apa yang kamu mau baik tapi kamu pantas dapat yang lebih baik. Mungkin apa yang kamu ingin menurutmu baik tapi belum tentu baik menurut Tuhan. Kalau tentang hari esok akan bagaimana, jangan tanya. Lanjutkan hidpmu, terus berbuat baik! Karena yang baik akan diberi yang terbaik.

Love,

@laksitaagr

Tips and Trick Menulis

Hai, ada yang bilang nulis itu hoby, passion, pelarian, tempat mencari pundi rupiah, skill, kebahagiaan atau bahkan pelarian. Apapun itu, setiap orang punya rasa sendiri terhadap menulis. By the way kalau menurutmu menulis itu apa sih?

Banyak pertanyaan yang sering muncul di dm instagram, kolom coment instagram, postingan blog, atau bahkan spontan tanya langsung tentang gimana sih caranya bisa nulis yang bagus, bisa konsisten nulis, gimana biar tulisannya banyak yang baca, gimana biar tulisannya dimuat di media, gimana biar pembaca terbawa emosi sama karya kita, gimana caranya biar tulisan kita di komentarin banyak orang, biar jadi penulis pun dan masih banyak pertanyaan yang mengetuk hati untuk bercerita.

Jadi saya akan bercerita dengan model Q&A biar lebih enak. Cerita kali ini bukan berarti sombong, ini jujur karena ingin berbagi. Semoga bermanfaat yaaa semua.

A

  • Konsisten Menulis

Semakin kamu rajin kamu akan bisa begitu juga dengan menulis. Kamu bisa mulai dengan menulis buku harian tentang aktivitasmu hari-hari, cerita suatu tempat, review suatu produk, cerita tentang perjalanan dan lain-lain. Kalau kamu terbiasa, kamu akan menemukan apa topik tulisan yang kamu suka.

Misal kamu punya blog, nah kamu harus konsisten. Jadi blog nya jangan dianggurin. Misal kamu rutin bikin post blog sebulan 2 kali.

  • Cari Tempat Ternyaman untuk Nulis

Tempat yang aku maksud disini adalah tempat menulis ya bukan tempat membuat tulisan. Kamu bisa bikin blog (wordpress, blogspot, atau bikin domain sendiri), bikin akun di situs menulis (kompasiana, Hipwee, Good News Form Indonesia, Teenlit, Tulis.MeCNN dan lain-lain), di Instagram, iseng-iseng kirim ke majalah cetak atau online. Pokoknya yang tau tempat yang paling nyaman buat nulis tuh ya dirimu sendiri.

Kalau saya sih sempet nyoba semua, masing-masing ada plus minusnya tapi saya lebih seneng ngeblog sendiri. Coba aja semua, nanti kamu akan belajar banyak dari sana.

  • Aktif Ikut Kompetisi Menulis

Ini juga bisa jadi ajang untuk mengasah kemampuan menulismu. Sering banget loh ada lomba nulis artikel, puisi, atau novel. Kadang ada yang lomba nya gratis ada yang berbayar. Biasanya kalau lomba nanti dikasih sertifikat, kan lumayan tuh bisa nambah content profile. Rajin-rajin cek instagram yang ngasih tau info lomba menulis misal di instagram @infolombamenulis , @infolomba , @lingkarpenulis dan lain-lain.

Dari lomba kamu bisa nambah stok tulisan, bisa nambah karya, relation sesama orang yang tertarik di bidang tulis menulis dan kalau menang lumayan kan bisa dapet hadiah dan jadi terkenal hehehe.

  • Jangan Pernah Malu Share Tulisan

Kamu pasti pengen kan tulisanmu dibaca banyak orang? Nah, rajin-rajinlah berbagi tulisanmu, jangan gengsi ya. Misal di instagram story, di share di grup, di share di community atau yang paling sederhana disuruh baca orang yang kamu sayang deh!

Dengan kamu berbagi tulisanmu nantinya akan banyak yang baca tulisanmu. Kalau mereka seneng mereka akan nunggu tulisanmu selanjutnya. Se happy itu loh dibilang gini “Yaampun tulisanmu bagus deh, aku suka!”

  • Join Kelas Kepenulisan

Buat kamu yang pengen jadi penulis hal ini wajib kamu lakuin. Banyak kelas menulis yang bisa kamu ikutin. Media masa, portal menulis atau Unit Kegiatan Mahasiswa akan sering mengadakan kelas menulis atau workshop tentang kepenulisan.

Di Kelas Menulis biasanya akan mendatangkan pemateri yang keren-keren! Bisa editor dari sebuah penerbit bahkan bisa penulis ternama. Ini adalah moment untuk bisa tanya jawab sama penulis yang jadi pembicara. Kadang kelas kepenulisan juga ada hadiah-hadiah novelnya yang bisa jadi tambahan bacaan untuk refrensi menulismu. Sekarang pun juga sering kan ada kelas menulis online, rajin-rajin ikutan yaaaa!

  • Join Community

Komunitas disini bisa ekskul di sekolah, komunitas menulis di media, unit kegiatan mahasiswa, komunitas kontributor dan masih banyak lagi. Kamu tinggal pilih dimana komunitas yang kamu senangi. Dari komunitas menulis ini kamu bisa dapet banyak ilmu tentang kepenulisan, dapet pengalaman, temen yang seneng nulis dan jadi semakin bersemangat menulis.

  • Rajin Baca

Kamu bisa membaca banyak refrensi. Mulai dari majalah, koran, situs online atau novel dari penulis favoritmu. Dengan rajin baca kamu akan memperkaya kosa kata, menambah ide dan ajdi terbuka luas pikirannya. Dan yang paling penting kamu akan bermimpi suatu hari nanti bisa seperti mereka.

  • Jangan Plagiat!

Jangan pernah jadi plagiat sedikitpun! Plagiat itu perbuatan dosa besar. Tulis semua kutipan yang kamu ambil dari orang lain. Kamu akan dihargai ketika tulisanmu jujur dan tidak akan dipercaya ketika tulisanmu meniru orang lain atau jadi plagiat.

  • Menulis dari Hati

Dosen saya pernah bilang “explore hatimu dengan jujur untuk melihat dunia dengan menyajikan ke dalam audio visual, termasuk tulisan”. Kalimat ini selalu menjadi bekal saya untuk menulis sampai hari ini. Menulislah dari hati, pesan-pesan yang kamu tuangkan akan sampai dengan sendirinya dan pembacamu akan suka.

  • Bikin Nama Pena

Ini optional sih, tapi boleh dicoba! Siapa tau berawal dari nama pena jadi terkenal tulisannya tapi jangan ganti-ganti ya. Saya dulu juga sempet bikin nama pena, terus karena malu dan merasa “alay” jadi nggak saya pakai lagi. Buat sekarang saya lebih percaya diri menulis dengan nama asli saya, nama pemberian kedua orang tua saya yang mengandung doa.

Naaaaah, jadi kurang lebih begitu tips dari saya tentang pertanyaan-pertanyaan seputar kepenulisan. Semoga kamu bisa terus menulis, berkarya untuk banyak orang dan karya mu bisa menjadi ladang pahala di akhirat nanti.

Love form here,

@laksitaagr

Rancang Rencana

Hati manusia itu milik Tuhan, nggak ada yang pernah bisa mengatur kecuali sang maha pemilik hati, bukankah begitu? Tidak ada yang belum pernah kecewa dengan manusia.

Dengan ayah ibu kita sendiri bahkan, pasti pernah ada hal yang kita nggak suka atas sikap mereka. Kita tidak bisa memilih dari orang tua mana kita dilahirkan, tapi pada akhirnya kita bersyukur kepada Tuhan karena terlahir dari seorang ayah dan ibu saat ini. Kita terima dengan lapang dada dan memaafkan segala yang pernah terjadi, karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa membalas segala kasih sayangnya. Hanya dengan ikhlas kita akan punya hubungan baik dengan mereka, karena pintu surga yang paling tengah itu dari ada pada ayah ibu.

Dengan keluarga kita mungkin juga pernah merasa tersinggung atau sakit hati atas sikap -sikap mereka. Kita tidak bisa menentukan akan tumbuh dikeluarga yang bagaimana, seperti apa dan dimana. Namun bukankah kumpulan-kumpulan kekecewaan mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang kuat saat berada diluar, menjadikan kita sosok yang bisa beradaptasi dimana saja dan tegar. Selalu percaya bahwa dibalik sakit disuatu tempat kita akan temukan bahagia yang lain ditempat lain.

Dengan sahabat kita, pasti pernah salah paham, beda persepsi dan berantem. Kadang kita ingin menjadi yang terbaik dengan cara kita, namun kewajiban kita hanya menasehati dan mendoakan. Selebihnya adalah pilihannya, campur tangan semesta dan kehendak Tuhan. Hubungan pertemanan dari kecil, remaja, dan saat dewasa mengajarkan kita bahwa yang baik akan selalu ada, bukan hanya datang disaat butuh. Dan lebih dari itu, karena teman baik adalah rezeki yang belum tentu semua orang punya.

Dengan tetangga pun pasti pernah berselisih sekedar karena rumput, tapi bukankah bagaimanapun keadaan kita saat senang atau sedih mereka lah yang menjadi saksi, menemani, membantu dan mendoakan. Kehidupan bertetangga mengajarkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri, dan menjalin hubungan baik kepada mereka adalah sebuah ibadah.

Dengan bos dikantor juga kadang merasa sebal bukan? Kerap kali kita sudah selalu menuruti apa yang beliau inginkan tapi kadang kita pengen dimengerti kalau butuh jeda, kita pengen karya kita diapreasiasi dan keinginan lainnya. Tapi namanya kerja ikut orang nggak boleh semaunya sendiri. Situasi semacam ini justru mendewasakan karena kita terlatih untuk memberi yang terbaik.

Dengan pacar kita sekalipun, ada kan hal yang nggak kamu suka dari dia? Mungkin dia bikin kamu nggak jadi diri sendiri, bikin kamu nggak bebas berkarya atau bikin kamu boros. Ya tapi mau gimana kan udah sayang ehehehe dan banyak cerita yang mungkin tiap orang punya pemikiran sendiri, tapi intinya adalah nggak selamanya kita dibikin orang lain seneng sekalipun itu pacar sendiri.

Dengan orang lain yang mungkin belum kita temui, tapi pernah berkomunikasi dan bikin comfort. Pernah begitu? Mungkin kamu menaruh asa setinggi langit hingga akhirnya jatuh hati, tapi kita nggak tau apa rencang rencananya dan isi hatinya. Bisa saja pada akhirnya effort kita besar tapi dia enggak. Bisa saja pada awalnya dia membuat jatuh hati lalu pergi begitu saja. Bisa saja dia nggak tertarik sama kita atau ada yang lain. Kalau sudah begitu kita hanya bisa kecewa, karena berharap pada orang yang mungkin belum tepat waktu. Merasa bodoh setiap malam menangis dan memohon kepada Tuhan untuk diberi jawaban terbaik, menyalahkan diri sendiri dan terus berandai-andai, menghabiskan waktu dengan bercerita kepada orang lain tentang apa yang dirasakan. Tapi bukankah semua terjadi atas kehendak Tuhan dan kita nggak akan pernah tau isi hati manusia? Mungkin kita nggak pernah minta berada disituasi semacam ini tapi kalau nggak gini nggak jadi kuat kan?

Dan tentu masih banyak cerita lain tentang dikecewakan manusia. Mungkin kita pernah merasa menjadi orang paling hina karena salah berharap, memberi apa yang kita inginkan padahal orang lain tidak antusias, berusaha menjadi yang terbaik padahal yang diusahakan tidak mengusahakan hal yang sama, banyak keinginan tapi orang lain nggak menginginkan, menjadi pengemis cinta, buta akan kenyataan, terus mengalah, merasa bodoh, menyalahkan diri sendiri dan banyak kejadian lainnya.

Kumpulan-kumpulan kekecewaan itu yang justru mendewasakan bukan? Kita akan menjadi orang yang lebih baik saat kita pernah salah. Kita akan menjadi orang yang kuat saat kita sering menangis. Kita akan menjadi orang yang tidak mudah jatuh cinta saat kita sering ditinggal pergi. Kita akan dekat dengan Tuhan saat manusia-manusia didunia ini terus membuat kecewa,

Kita nggak pernah tau isi hati manusia, gimana latar belakang hidupnya di masa lalu, apa yang dia lakukan kekita sekarang itu kenapa, gimana rancangan masa depannya, dan apapun. Karena isi hati manusia hanya milik Tuhan dan yang membolak-balikan hati manusia itu Tuhan.

Sebaik-baik tempat kembali hanya Tuhan bukan? Yang pasti memaaafkan. Yang selalu mendengarkan tanpa menghakimi. Yang menunjukan kebaikan. Yang mengabulkan doa-doa. Yang memberi kasih sayang, tanpa syarat. Jadi buat kamu yang mungkin lagi berharap sama seseorang, coba cerita sama Tuhan is the one worth to fight for? siapapun dia.

Tulisan ini terinspirasi dari Lagu Baru Kunto Aji yang baru, judulnya rancang rencana. Salah satu kutipan liriknya begini,

Dalam ku ingat
Suara terdengar
Jangan berubah
Jangan berubah

Kita siap tuk berlari
Lebih jauh dari ini
Lihat gelasmu
Kau habiskan dulu
Malam segera berakhir
Esok kita singkap takdir
Tentangmu

Dalam ku ingat
Suara terdengar
Jangan berubah
Jangan berubah

Ku terjebak dalam busaran waktu
Kau menahanku tak terburu buru
Ambisiku impianku
Yang membutakan

Dalam ku ingat
Suara terdengar
Jangan berubah
Jangan berubah

Dalam ku ingat
Suara terdengar
Jangan berubah
Kau yang ku kenal

Semoga doa-doamu tentang orang yang sedang kamu ceritakan pada Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasa diberi yang terbaik.

 

Salam,

dari sebuah perjalanan

@laksitaagr

Perempuan di Umur 20an

Perempuan di umur 20an, what do you think about it? Di umur 20an ini tentunya tiap perempuan punya keadaan yang berbeda-beda. Ada yang di umur ini masih dalam proses mencari jati dirinya, sedang dalam proses belajar menemukan dirinya sendiri, sibuk kesana-kemari untuk berkarir, pergi ke banyak tempat untuk memenuhi list to do yang cita-citakan, masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah, bahkan ada yang sudah berumah tangga menjadi seorang istri dan ibu.

Ada yang canggih banget dan serba bisa melakukan segala keterampilan wanita seperti memasak dari mulai masakan Indonesia, masakan Western sampai masakan sehat organic atau vegetarian , menjahit baju, membuat kerajinan dari tangan, memiliki kebiasaan ramah lingkungan sesederhana membawa tas belanja dan membawa botol minum kemana-mana, mengurus pekerjaan rumah tangga dengan baik seperti mencuci, mengepel, menyapu lantai sampai bercocok tanam dan menata rumah dengan cantik.

Ada juga yang keren sekali karena bisa kemana-mana sendiri dan mandiri, bisa mengendarai mobil dan motor sehingga tidak perlu bergantung dengan siapapun, memasang gas untuk memasak, mengaganti lampu dengan memanjat tangga, jadi pekerja lapangan dengan alat berat, memberanikan diri jauh dari orang tua diluar pulau untuk bekerja bahkan ke luar negeri sendiri untuk melanjutkan studi yang harus beradaptasi dalam lingkungan agama, cuaca, pola hidup, makanan, tempat dan lain-lain.

Ada yang pandai dalam hal bekerja, beprestasi dikantornya, menjadi wanita karir dengan jadwal yang padat, ada yang bekerja sesuai dengan passion nya sesederhana bisa menulis untuk banyak orang sehingga merasa bahagia dan menebarkan senyuman, ada yang punya usaha online yang sukses seperti jualan baju atau makanan, jadi wirausaha muda yang bermanfaat, bikin project-project sosial yang berguna bagi masyarakat seperti aksi sedekah, bagi-bagi makanan di jalan, pemberian beasiswa, jadi volunteer dibantaran sungai, rela dikirim ke pelosok negeri untuk pengabdian dan masih banyak lagi cerita yang menginspirasi.

Ada yang masih dalam proses menemukan ‘cinta’ yang selama ini dicari, ada yang masih dalam rangka menyembuhkan luka-luka kisah cintanya dimasa remaja dulu, ada pula yang belum meneumukan sosok yang dicintai hingga sibuk memantaskan diri untuk calon pasangan hidupnya nanti, belajar untuk dimengerti agar diijinkan tetap bekerja setelah menikah dan terus berdoa agar nantinya menemukan pasangan hidup yang bisa menyayangi dirinya, keluarganya, teman-temannya dan bisa bersama sama sampai ke SurgaNya.

Ada yang sedang mempersiapkan pernikahannya, sebagai anak pertama yang di keluarganya juga baru pertama kali ada yang menikah misalnya. Survive di keluarga calon, berjuang melawan jarak dengan calon suami, menata hati dan perasaan dikeluarga karena akan segera menikah, mengatur mood dikantor karena sibuk mempersiapkan pernikahan mulai dari sibuk ngurus surat-surat untuk menikah, sibuk milih gaun pengantin, undangan, catering, gedung, souvenir dan mungkin sampai bulan madu.

Ada juga yang sudah menjadi seorang istri, beribadah dirumah untuk mengurus tumah tangga, melayani suami, menjadi kakak ipar yang bisa jadi panutan untuk adik-adik suami, menjadi menantu solehah bagi mertuanya dan bersiap-siap menjadi ibu untuk anak-anak nya kelak. Namun juga pintar dalam membagi waktu dalam berbakti kepada kedua orang tuanya, kakak dan adiknya dan keluarga besarnya.

Ada juga yang sudah merasakan hamil dan menjadi seorang ibu.  Menyusui, menimang bayi, menyuapi anak, memandikan, mengantarkan ke play group, ikut kelas parenting, ikut perkumpulan ibu-ibu mulai dari arisan RT, RW, PKK, Dharma Wanita di kantor suami, pengajian, arisan keluarga suami dan lain-lain.

Apapun keadanya masa-masa ini adalah masa yang harus terus berjalan. Setiap perempuan punya masa lalu yang berbeda-beda, jadi apa yang ada di masa sekarang mungkin saja adalah hasil perjuangan-perjuangan dan proses belajarnya dimasa lalu. Setiap perempuan juga belajar dari latar belakang keluarga yang berbeda, tumbuh dan berkembang dengan cerita dan pengalaman masing-masing, jadi pribadi yang ada dalam dirinya hari ini banyak dilukis oleh orang-orang disekitarnya selama ini.

Di umur 20an ini di banyak tempat seperti dalam lingkup keluarga, tetangga, teman teman atau lingkungan kerja akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang tiada pernah habis yang kadang membuat berpikir, merasa, menangis bahkan atau diam. Pertanyaan beruntut yang sebenarnya sudah sering ditanyakan di waktu kecil atau remaja seperti ‘kemarin di sekolah rangking berapa?’ , ‘besok SMA mau ambil jurusan IPA atau IPS?’ , ‘besok kuliah mau ambil jurusan apa?’ , ‘sudah lulus atau belum?’ , ‘kerja dimana sekarang?’ , ‘disana kerja di bagian apa?’ , ‘Oh jadi PNS ya atau tenaga kontrak?’ ‘sombong banget sih nggak mau nyoba daftar ini emang kerjaan mu yang sekarang udah cukup buat hidup?’, ‘udah dapet apa selama kerja?’ ,’nggak mau lanjut sekolah lagi mbak?’ , ‘kok nggak punya pacar la banget emang betah sendirian terus?’ , ‘kamu tuh sebenernya cari cowok yang gimana sih, pemilih banget deh!’  ‘kapan nyusul nikah?’ , ‘mau nikah umur berapa?’ ,  ‘calon nya kerja apa kak?’ , ‘kapan punya anak?’, ‘kapan nambah anak?’ ‘kapan beli rumah?’ , ‘kapan naik haji?’ , ‘kapan anaknya……’bla bla bla bla bla Dan pertanyaan-pertanyaan yang kata bunda saya tidak akan pernah habis sampai mati.

Bukankah hidup ini bukan hanya untuk menjawab pertanyaan orang lain? Yah meskipun dimanapun dan kapanpun saat kita bertemu orang lain yang sudah lama tidak bertemu pun orang-orang terdekat kita akan sering menanyakan hal-hal itu. Entah pertanyaan itu ditujukan karena tulus perhatian, karena ingin basa basi atau sekedar ingin tau. Saya sendiri sih termasuk yang nggak suka ditanya hal-hal privasi seperti itu makanya saya nggak suka tanya ke orang untuk menjaga perasaan. Karena nggak semua orang bisa terbuka dengan siapa saja dan beluk tentu senang ditanya hal demikian.

Itu baru pertanyaan tentang hari esok, belum lagi  pertanyaan atau pernyataan tentang  hari ini seperti body image atau performance yang kadang juga bikin mikir, merasa dan nangis seperti ‘ih gendutan yah sekarang’ , ‘kurus banget sih kayak lidi kan jadi nggak seksi’, ‘kerudungnya gede banget tapi kok gitu sih…’ , ‘di foto instagram sama kenyataan beda banget ya’ , ‘make up nya tebel banget sih’ , ‘kamu tuh nggak suka dandan ya, polos banget kayak anak sekolah’ dan lain-lain yang kadang bikin nggak percaya diri.

Di umur-umur ini kadang kerap kali kita juga merasa kesepian, kemana-mana sendiri, mencukupi diri sendiri sendiri dan merasa butuh orang lain. Teman-teman seumuran mungkin sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, keluarga pun demikian orang tua dirumah semakin tua dan sibuk, kadang ada yang sakit juga, adek-adek dirumah mulai punya urusan sendiri-sendiri, sampai akhirnya terbiasa sendiri.

Kerap kali saat merasa kesepian kita akan dibawa ke masa lalu, mungkin tentang dosa-dosa yang pernah diperbuat, tentang kejadian-kejadian yang pada akhirnya mendewasakan dan kekhawatiran tentang hari esok. Kalau sudah begini, kadang enggan untuk berbagi dengan keluarga karena takut mengganggu, pun juga dengan sahabat-sahabat waktu kuliah atau sekolahdulu rasanya nggak pantes aja mengeluh merasa kesepian dan tentang jati diri.

Ada suatu titik dimana kadang melihat teman-teman yang lain yang selangkah lebih maju dalam berbagai hal lalu merasa ingin, kadang menyalahkan diri sendiri dan menyesal kenapa dulu-dulu nggak produktif atau perasaan-perasaan lain yang sebenarnya hanya untuk meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja, dan pada akhirnya pilihan terakhir hanya bercerita kepada Tuhan tentang semuanya.

Untuk perempuan berusia 20an dimanapun kalian berada, mungkin kamu pernah merasa begitu, khawatir tentang banyak hal, cemas tentang hari esok, panik tentang apa yang dijalani sekarang dan lain-lain. Satu hal yang harus kamu tau kalau semua hal yang terjadi di dunia ini nggak ada yang kebetulan, semua sudah diatur oleh yang diatas. Kita pun sejak lahir, anak-anak, remaja, dewasa dan sampai hari ini pasti punya banyak pengalaman kejadian yang bisa dipakai untuk melanjutkan hidup, dan setiap orang punya impian masing-masing, priorotas yang berbeda, pandangan dan cara hidup yang tidak bisa disama ratakan, jadi kamu nggak perlu jadi orang lain.

Kamu cukup menjadi dirimu sendiri, melakukan apa yang membuatmu bahagia tanpa perlu memaksa, menyayangi keluargamu yang selama ini menemanimu, menjadi teman yang baik bagi sahabat-sahabatmu dan bermanfaat untuk orang lain. Jangan lupa rajin beribadah semampu mu, yang wajib jagan ditinggalkan, mulai rajin melaksanakan ibadah sunnah dan menjauhi segala yang haram.

Aku yakin mungkin kamu sering menangis sendirian, menangis diam-diam di balik selimut pun dikeramaian kereta, menangis tiba-tiba, terbawa suasana, tidak bisa marah, ingin mengutarakan emosi tapi tidak bisa apa-apa hingga akhrinya memilih diam.

Coba menata hari baru dengan mulai lebih menyayangi dirimu sendiri, jangan khawatir karena esok akan baik-baik saja. Saya pun sama, masih sering menangis.

 

Love,

@laksitaagr

Radio Agricia Prodi PKP UGM

Di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM, ada satu mata kuliah favorit yang super menyenangkan namanya Manajemen Penyiaran. Waktu itu saya ambil di semester 4 dan semester 6 nya saya jadi asisten Dosen mengajar kelas ini.

Di Mata kuliah ini akan diajari tentang Manajemen Penyiaran secara teori, Analisis Khayalak, Membuat Program Acara Radio, Evaluasi Audience, Berkunjung ke Stasiun Radio, Membuat Radio dan masih banyak lagi. Jadi, manajemen penyiaran itu tidak hanya tentang belajar bagaimana menjadi penyiar yang baik tapi juga tentang manajemen suatu program dan manajemen radio.

IMG-20160328-WA0010

Melalui manajemen penyiaran ini banyak hal yang bisa dipelajari baik secara teori maupun praktek, karena radio tidak akan pernah bisa berdiri sendiri. Untuk menghasilkan sebuah siaran radio butuh proses panjang yang melibatkan banyak orang.

Nah, buat kamu mahasiswa Prodi PKP UGM yang pengen mengembangkan bakat dibidang broadcasting, Radio Agricia ini adalah tempatnya. Kamu bisa latihan siaran disini, bisa belajar editing recording, membuat program talkshow radio, atau sekedar jadi tempat nongkrong yang seru hehehehehe.

IMG-20160323-WA0011.jpg

Untuk tau lebih banyak tentang Radio Agricia kamu bisa kepo di instagram di @prodipkp.ugm dan Youtube di Agricia Channel. 

Nah, pada akhirnya dari beberapa post yang saya share selama beberapa waktu ini banyak sekali bukan tempat belajar di dunia radio, jadi jangan khawatir kalau masih bingung mau belajar dari mana. Di era sekarang belajar dari Youtube pun bisa. Sekali lagi Selamat Hari Radio!

Love,

@laksitaagr

Dari Internships Lalu Skripsi di RRI Surakarta

Lagi dan lagi masih dalam memperingati Hari Radio pada tanggal 11 September kemarin, saya sengaja membuat beberapa post tentang pengalaman di dunia radio. Post tentang radio sengaja saya buat untuk memberi refrensi kepada teman-teman tentang tempat-tempat untuk mengembangkan minat dan passion di bidang radio.

Di program studi saya  (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) ada suatu mata kuliah berjumlah 2 sks bernama kerja lapangan atau internships. Waktu itu karena fokus belajar saya tentang komunikasi, saya memilih RRI Surakarta sebagai tempat Kerja Lapangan.

  • Where is it?

RRI Surakarta beralamat di Jalan Abdurahman Saleh No 51, Surakarta. Tepatnya di dekat Stasiun Balapan Solo. Kamu bisa searching di google maps. Kantornya cukup mudah dicari dan banyak akses kendaraan yang bisa digunakan untuk kesana.

  • Why RRI Surakarta?

Saya Internships  bulan Januari 2016. Sebelumnya saya research dulu di beberapa radio yang sesuai dengan topik magang saya. Saya mengambil judul magang tentang Proses Produksi Berita Pertanian. Lalu akhirnya saya mendapatkan informasi kalau di RRI Surakarta terdapat Program Siaran Pedesaan, sesuai dengan yang saya cari. RRI Surakarta juga tidak terlalu jauh dari Jogja, jadi saya mantab memilih RRI Surakarta untuk magang. Akhirnya sekitar bulan September tahun 2015 saya mulai menghubungi pihak RRI, mengirim berkas surat magang dan proposal magang, alhamdulillah pada sekitar awal Desember 2016 saya mendapat telpon dari pihak RRI tentang respon surat lamaran magang. Saya datang ke RRI untuk menentukan jadwal dan pada Januari 2016 saya mulai magang.

  • Cerita Seru Selama Magang

Saya magang didivisi Siaran Pedesaan sebagai Jurnalis. Saya magang dengan teman kampsu saya satu, dan disana ada empat orang mahasiswa UNS yang juga magang. Jam magang saya berbeda dengan PNS yang ada disana, saya berangkat jam 07.30 sampai jam 15.00 meski terkadang saat liputan keluar kota lembur sampai malam.

Aturan yang diberikan bagi mahasiswa magang disana cukup simple, cukup dengan datang tepat waktu, mengerjakan semua job description, berpenampilan menarik dan wajib menggunakan jas alamamater, sopan dan tertib. Selama magang kami membawa buku harian dan dari pihak RRI Surakarta ada for khusus penilaian di akhir magang nanti.

108864.jpg

Saya berkesempatan magang di divisi siaran pedesaan bersama Bapak Mangun Daryanto selaku head of program dan ada ibu Tatik Sriyanto, Lis Sundoro dan Pak Bambang selaku Announcher.

Selama magang kami diberi kesempatan untuk mencari berita ke wilayah Solo Raya, membuat naskah siaran radio, on air, editing recording, dan siaran tandem.

20160128_101046.jpg

Program Siaran Pedesaan tayang setiap hari jam 19.30 WIB, dengan topik yang selalu baru setiap harinya, dengan narasumber yang sesuai dibidangnya, dengan penyiar yang berganti-ganti yang memiliki banyak pendengar bernama Pandhemen Siaran Pedesaan.

Di akhir magang rasanya sebulan masih kurang, setelah laporan selesai kami berkewajiban menyerahkan laporan ke pihak RRI Surakarta, kami juga diberi CD sampel suara selama siaran off air yang sangat bermanfaat sekali. Nah, dari sinilah akhirnya saya memutuskan untuk menyelesaikan tugas akhir di program ini.

  • Berlanjut Skripsi

Setahun kemudian saya mulai menulis tugas akhir, judul skripsi saya adalah Efektivitas Program Siaran Pedesaan RRI Surakarta Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pertanian Anggota Kelompok Pandhemen Siaran Pedesaan di Solo Raya.

Saya menggunakan metode penelitian purpossive yang saya bagi ke dalam tiga wilayah di Solo Raya, Saya banyak di bantu oleh temen-temen Divisi Siaran Pedesaan RRI Surakarta dan teman-teman PSP.

Sampai sekarang saya masih merinding saat ingat cerita pengalaman skripsi hari-hari itu, dimana sulit sekali bertemu responden yang terdiri dari berbagai latar belakang, harus laju Jogja-Solo dengan Prameks yang kadang full, dikejar waktu, dosen pembimbing sibuk dan cerita lainnya yang benar-benar mendewasakan sampai sekarang.

Sekarang pun saat saya tinggal di Solo saya masih sering berhubungan dengan teman-teman Siaran Pedesaan RRI Surakarta, teman magang dulu dan beberapa teman-teman PSP.

20160111_111149

RRI Surakarta banyak menemani perjalanan saya di bidang radio, bukan hanya sebagai penyiar tapi juga sebagai jurnalis radio dan peneliti. Terimkasih banyak karena selalu menjadi tempat belajar! Selalu mengudara dan sukses selalu.

ps: meskipun ceritanya super telat tapi nggak apa-apa, karena nggak ada sesuatu yang terlambat karena lebih baik terlambat dari pada nggak berbagi sama sekali.

Love form the Microphone

@laksitaagr

Rasanya Jadi Guest Announcher di Magenta Radio

Masih dalam rangka hari Radio di tanggal 11 September kemarin, saya akan berbagi cerita tentang salah satu pengalaman buat kamu yang pengen belajar jadi penyiar dikota Jogja.

Waktu saya kuliah, saya beberapa kali ikut lomba siaran. Kalau lomba siaran biasanya kita akan kenalan sama salah satu pesertanya terus ngobrol. Ngobrol mulai dari namanya siapa, kuliah dimana, kenapa ikut lomba ini, kamu penyiar ya? dan lain-lain!

Waktu itu di sebuah lomba siaran radio saya kenalan sama kak @rahmatsnaulia, dia adalah penyiarnya Magenta Radio saat itu. Magenta Radio adalah sebuah radio komunitas di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta yang dikelola secara profesional oleh mahasiswa.

Untuk tau lebih tentang Magenta Radio kamu bisa streaming di http://magentaradio.uny.ac.id/streaming/ dan follow twitter dan instagram nya di @magentaradio. Disana kamu akan dapet banyak info tentang dunia radio.

Waktu itu dia cerita ke saya kalau di radionya ada acara yang bisa ngerasain jadi penyiar alias siaran bareng di Magenta Radio. Waktu kak Lia cerita tentang itu saya langsung excited karena saya seneng-senengnya ikut acara-acara radio waktu itu hehehe.

Kalau nggak salah nama acaranya adalah #RANDEM waktu itu acaranya adalah daftar form dan nanti kamu bakal dihubungi via sms atau wa, terus kamu ditanya bisa siaran jam segini enggak gitu.

Karena saking senengnya saya sampai daftar beberapa kali berharap dihubungi dan alhamdulillah aku berkesempatan siaran sama @nurmaarum @firmansyahluth4. Sayang sekali fotonya udah lupa ada dimana.

Waktu itu saya disuruh datang lebih awal untuk briefing, terus siaran deh! Deg-degan sih pasti ya, karena ini beneran on air, baru pertama kali ketemu sama partner siaran juga pasti kaku hehehe tapi alhamdulillah waktu itu berjalan dengan lancar ya meskipun ada trouble dikit.

Setelah siaran saya jadi kenal sama penyiarnya setiap Magenta Radio ada acara saya jadi tau mulai dari workshop tentang kepenyiaran sampai lomba penyiar radio. Sungguh tempat belajar yang menyenangkan.

Nah, acara ini bisa jadi tempat belajar siaran buat kamu yang mau jadi penyiar. Walaupun post blog ini super telat tapi nggak ada salahnya bukan sharing-sharing. Selamat belajar!

Love form here,

@laksitaagr